Rabu, 05 November 2014

RIDER!

belakangan kamu
tak terlihat di tempat ini
ku jadi khawatir
ku ingat kembali
senyumanmu itu
yang lebih cerah dari
siapapun
aku dengar kamu pindah
ke suatu kota yang
sangat jauh
kuingin di saat-saat
terakhir
bisa ucapkan selamat
tinggal
dirimu mengendarai
motor di tengah sang
angin
kemanakah kau hendak
menuju pergi
apakah langit disana
cerah
I miss you, yes!
aku tidak lupa kepada
dirimu
di kamar yang tak ada
siapapun
sambil duduk di bangku
dirimu terus
mendengarkan lagu
yang kunyanyikan
yes!
aku tidak lupa
pertemuan itu
walaupun itu bulan
Desember
tapi terasa seperti
terjadinya baru kemarin
waktu berlalu dengan
cepat
meski tak bertemu
tak larut dalam
kesedihan
aku kan bernyanyi
kau yang tinggal disuatu
tempat pun pasti
akan mengharapkan hal
yang sama
dan sekarang kau pun
sambil berkata, “Maaf
ya datang terlambat”
mungkin akan muncul
dengan tiba-tiba
di bangku yang biasanya
itu
disudut dalam hatiku ini
menghentikan motor
kau pasti sedang
memperhatikan diriku
meski dibasahi rintik
hujan
remember you!
pada saat aku sedang
putus asa
aku melihat mimpi-
mimpi yang
telah kamu tinggalkan
panggillah aku dengan
suara
yang lebih keras lagi
you!
pada saat aku sedang
putus asa
kututup mata
mengingat lagi sosok
dirimu
sedang bertepuk
tangan kepadaku
adalah teman yg abadi
I miss you, yes!
aku tidak lupa kepada
dirimu
di kamar yang tak ada
siapapun
sambil duduk di bangku
dirimu terus
mendengarkan lagu
yang kunyanyikan
yes!
aku tidak lupa
pertemuan itu
walaupun itu bulan
Desember
tapi terasa seperti
terjadinya baru kemarin
waktu berlalu dengan
cepat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar